Ternyata, Inilah Gejala Umum Fimosis dan Faktor Risikonya yang Harus Diwaspadai

Fimosis merupakan suatu kondisi yang perlu ditangani dengan serius. Meskipun tidak mengancam nyawan, namun banyak hal jadi terganggu karena mengalami hal ini. Anda bisa memeriksakan diri ke dokter dan berkonsultasi mengenai penanganannya. Untuk mengenali apa itu fimosis, Anda perlu mengetahui juga bagaimana gejala umum fimosis. Berbagai faktor risiko di bawah ini juga harus diketahui lebih lanjut dan tidak meremehkan kondisi ini.

Gejala Umum Pada Penderita Fimosis

Saat terjadi persoalan kesehatan, Anda harus memahami apa yang terjadi. Kenali tanda-tandanya agar bisa mengetahui indikasi gangguan kesehatan tersebut. Sebagai salah satu risiko kesehatan, fimosis juga mempunyai tanda-tanda khusus yang bisa dikenali. Apa sajakah itu? Meskipun dalam tahap awal tidak selalu muncul gejala, namun gejala umum fimosis yang pertama adalah adanya warna kemerahan, rasa nyeri, atau bengkak di area kepala penis, seperti pemaparan di halodoc.com. Selain gejala awal tersebut, terasa juga gejala nyeri saat ereksi atau buang air kecil.

Perlekatan ujung kulit kepala penis atau kulup ini memang memengaruhi laju keluarnya urin, sehingga sangat mengganggu. Pada kasus yang berat, urin tidak bisa keluar melalui penis karena sudah tertutup kulit. Perlu penanganan khusus untuk kasus ini setelah timbulnya gejala seperti ini. Anda harus segera memeriksakan kondisi ke dokter, sebelum menjadi terlampau serius.

Beragam Faktor Risiko Fimosis

Image result for faktor risiko fimosis

Gejala umum fimosis yang sangat mengganggu seperti yang sudah dijelaskan di atas memang harus diwaspadai. Selain mengenali gejalanya tersebut, Anda harus mengetahui faktor risiko sebagai efek dari fimosis. Selain mengganggu proses buang air kecil, rasa tidak nyaman pasti menjadi risiko pertama yang dirasakan. Jika kasus ini terjadi pada bayi atau anak-anak, tentu mereka bisa rewel karena keluhan berupa nyeri atau bengkak di area kepala penis. Hal ini perlu dipahami oleh orang tua agar segera memeriksa apa yang dikeluhkan anak dan membawanya segera ke dokter untuk memperoleh pemeriksaan yang pasti.

Sama halnya dengan bayi atau anak-anak, orang dewasa bisa mengalami kondisi ini terutama yang belum pernah mengalami sirkumsisi atau sunat. Risiko lain yang dirasakan juga berupa infeksi di area kepala penis yaitu meliputi infeksi saluran kencing dan infeksi di ujung kulit penis atau kulup.

Gejala umum fimosis berupa nyeri juga seiring adanya faktor risiko fimosis berupa cedera di daerah kulup. Cedera ini dapat semakin parah jika kondisinya tidak segera ditangani dengan benar dan tepat. Penanganan untuk kasus ini adalah dengan pemeriksaan dan pengobatan dengan pemberian krim kortikosteroid untuk mengembalikan elastisitas kulup agar bisa ditarik ke belakang sebagaimana dalam kondisi normalnya. Adapun opsi khusus dalam kasus ini yaitu dengan melakukan sirkumsisi atau sunat agar mengatasi perlekatan dari kedua sisi kulit di ujung kepala penis.

Mengingat adanya faktor risiko dari skala ringan hingga berat ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter jika sudah berlangsung beberapa lama. Saran untuk penanganan utamanya adalah membersihkan daerah kulup dengan air hangat agar kulitnya kembali elastis dan bersih. Akan tetapi, pemeriksaan ke dokter bisa langsung dilakukan ketika gejala umum fimosis yang dirasakan sudah tidak bisa ditolerir lagi. Itu menandakan risikonya juga sudah tidak ringan lagi.

Banyak hal yang harus diketahui mengenai fimosis agar bisa menanganinya sejak awal. memang kasus ini berpotensi pada seseorang yang belum disunat atau disirkumsisi. Tindakan medis yang tepat akan membantu mengatasi problem yang tentu sangat mengganggu ini. Jadi, jangan takut atau terlalu cemas menghadapinya. Periksakan saja ke dokter setelah mengalami tanda-tandanya agar tak terlalu lama tersiksa.

Sumber artikel:

www.halodoc.com

www.alodokter.com

Sumber gambar:

www.alodokter.com

hellosehat.com

Leave a Comment